Latest Update

CSR Gathering III
March 28, 2012

JAKARTA (27/03) — Rajawali Foundation melaksanakan agenda rutin Corporate Social Responsibility (CSR) Gathering untuk ketiga kalinya pada hari Selasa tanggal 27 Maret 2012, bertempat di Aula SKATEK, Halim Perdana Kusuma Airport, yang tidak lain adalah kantor PremiAir. Acara dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing Business Unit Rajawali Group, serta mengundang Ayok B. Witoyo, seorang pakar CSR yang juga menjabat sebagai Director & Senior Trainer di CaptureAsia Indonesia sebagai pembicara.

Kegiatan dibuka dengan opening speech oleh Hasto Pramono, mewakili PremiAir, dan sehubungan dengan waktu undangan adalah waktu makan siang maka para tamu dipersilahkan untuk menyantap makan siang yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Selepas itu, peserta CSR Gathering diajak tur selama 15 menit berkeliling hanggar dan kantor PremiAir terlebih dahulu dengan dipandu Jefri Chandra dari Health & Safety Environment Department of PremiAir.

Acara dilanjutkan dengan penjelasan CSR program Green Eagle Group oleh Head of CSR, Bobby Joris. Ia memaparkan program-program CSR yang dijalankan oleh Green Eagle Group di sejumlah tempat di Kalimantan dan Papua selama rentang waktu November 2011 sampai Februari 2012. Program-program yang dijalankan bervariasi dari program kesehatan untuk memperbaiki nutrisi anak-anak penduduk setempat di Kalimantan Barat, program keagamaan untuk membantu menyediakan kebutuhan beribadah penduduk setempat di Kalimantan Selatan, program pendidikan di Papua dan Kalimantan untuk membantu penduduk setempat yang berkompetensi untuk melanjutkan pendidikannya ke bangku universitas, serta beberapa program lainnya.

Acara berikutnya adalah presentasi oleh Ayok B. Witoyo dengan tema Strategic Initiative to Enhance Corporate Social Responsibility. Dalam presentasinya, Ayok menjelaskan pengertian mendasar tentang CSR adalah bukan semata kedermawanan (philanthropy) saja, melainkan kelanjutan yang berkesinambungan (sustainability). Ayok memaparkan strategi dalam membuat dan menjalankan program CSR agar dapat diaplikasikan dengan baik dan memastikan hasilnya sesuai dengan niat awal kita dalam melakukan CSR.

Tahap-tahap tersebut yaitu dimulai dengan pendekatan sistem tata kelola pelaksanaan program CSR yang selaras dengan visi, misi, dan nilai perusahaan. Sistem tata kelola pelaksanaan ini harus memiliki struktur, perilaku, interkonektivitas, dan fungsi yang didukung oleh kompetensi dan potensi yang tepat. Dalam melakukan CSR, suatu organisasi atau perusahaan harus fokus pada Three Bottom Line yang dirumuskan oleh John Elington yaitu People, Profit, dan Planet. Selain itu, CSR juga harus fokus dengan tujuh prinsip dasar tanggung jawab sosial menurut ISO 26000 yaitu accountability, transparency, ethical behavior, respect for stakeholder interests, respect for the rule of law, respect for international norms of behavior, dan respect for human rights.

Hal terakhir yang perlu diperhatikan dalam melakukan CSR adalah membuat laporan, memonitor, dan mengukur dampak dari program CSR yang telah dijalankan. Untuk hal tersebut, Ayok menyarankan penggunaan acuan standar menurut Standar Pelaporan Global Reporting Initiative G3.1 tahun 2011.

“CSR sebenarnya bukan hanya berperan dalam memberi sumbangan kepada masyarakat, akan tetapi CSR bisa menciptakan citra atau reputasi bagi perusahaan dan merek. Paradigma baru percaya bahwa CSR mampu me-leverage pasar melalui penciptaan pengalaman merek dan reputasi”, kata Ayok.

Sebelum menutup presentasinya, Ayok membuka sesi tanya jawab dan sharing dari para peserta gathering tentang pengalaman serta masukan untuk memperbaiki program CSR ke depannya. Acara CSR Gathering kemudian ditutup dengan penyerahan plakat kepada Ayok B. Witoyo oleh Rajawali Foundation yang diwakili Christiantoko dan Nathi Pudianti.

back
 
Copyright © 2011 Rajawali Foundation