Latest Update

Tali Kasih Rajawali Foundation kepada Karya Sosial Atmabrata
May 25, 2012

JAKARTA (24/05) — Rajawali Foundation mengunjungi kampung nelayan di daerah Cilincing, Jakarta Utara. Di sana setidaknya terdapat 3.000 keluarga yang tidak terdaftar secara formal sebagai masyarakat sipil kota Jakarta. Masyarakat dengan berpenghasilan rendah di kampung nelayan itu bermukim di atas tanah liar, tanpa sertfikat kepemilikan tanah. Bagi mereka, jangankan memikirkan untuk kebutuhan sekunder, untuk memenuhi kebutuhan primer saja mungkin masih terasa sulit.

Tidak jauh dari perkampungan nelayan itu, terdapat sebuah yayasan sosial bernama Karya Sosial Atmabrata yang telah berdiri sejak tahun 1978 Di bawah kepemilikan Gereja Paroki Salib Suci Keuskupan Agung Jakarta. Yayasan ini didedikasikan untuk membantu masyarakat di sekitar area perkampungan nelayan Cilincing melalui 7 kegiatan yang mereka lakukan; Rumah Pangan bagi Lansia, Rumah Pendidikan, Rumah Pangan, Rumah Sandang, Rumah Kesehatan, Rumah Koperasi Pinjam untuk Pedagang Kecil dan Keluarga Miskin, Rumah Pengolahan Reffil Plastik. Seorang bruder bernama Petrusp ditunjuk untuk mengkoordinasikan dan menjalani kegiatan-kegiatan tersebut.

Dengan melihat kesamaan visi Karya Sosial Atmabrata yaitu mencerdaskan anak bangsa dan mensejahterakan masyarakat di area tersebut, Rajawali Foundation tergerak untuk membantu anak-anak dan masyarakat di kampung nelayan Cilincing. Segenap tim CSR Rajawali Group pun turut berpartisipasi dalam kegiatan tali kasih Rajawali Foundation kepada Atmabrata. Perwakilan dari Rajawali Corpora, Express Group, Green Eagle Group, Velo Networks, dan B Channel turut hadir dalam kunjungan tali kasih kali ini.

Sesampainya di Cilincing, rombongan CSR Rajawali Group langsung mengunjungi Rumah Sosial Atmabrata yang berfungsi sebagai kantor dan pusat kegiatan sosial. Setelah itu, dengan dipandu oleh bruder Petrusp, kami beranjak mengunjungi 3 sekolah yang dikelola oleh yayasan ini yaitu Sekolah Empang, Sekolah Bambu, dan Taman Kanak-Kanak yang lokasinya terletak di tengah-tengah pemukiman warga Kampung Nelayan.

“Walaupun Atmabrata dibentuk dan dibawahi oleh gereja dan orang-orang dari golongan agama Katolik, tapi seluruh kegiatan kami pure adalah kegiatan sosial dan tidak pernah memasukan unsur agama apapun dalam kegiatan. Kami sangat menghargai perbedaan dan menghormati hak beragama. Salah satu sekolah kami merupakan contoh konkret praktik Bhineka Tunggal Ika di Indonesia. Gedung sekolah kami merupakan sumbangan dari seorang dermawan beragama Protestan. Semua peralatan sekolah adalah sumbangan dari seorang ibu beragama Muslim. Lahan tempat kami membangun sekolah tempat belajar anak-anak kami adalah sumbangan dari seorang beragama Hindu, dan Atmabrata sebagai pengelola sekolah ini adalah yayasan sosial dari golongan agama Katolik”, jelas bruder Petrusp.

Rajawali Foundation memberikan donasi berupa uang tunai dan 600 tas sekolah untuk anak-anak berisi buku tulis, buku gambar, peralatan tulis, dan peralatan untuk menggambar. Velo Networks menyumbangkan 5 set komputer yang akan dibagi untuk sekolah-sekolah milik Atmabrata. Diharapkan agar anak-anak itu memiliki kesempatan untuk mengenal teknologi sedini mungkin. Melalui kegiatan ini, tim CSR Rajawali Group berharap agar pendidikan dan kesejahteraan yang merata dapat terwujud di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, serta dapat menjadi contoh yang layak untuk di tiru oleh kota-kota lainnya di seluruh nusantara.

back
 
Copyright © 2011 Rajawali Foundation